Sejak dimulainya serangan intensif Israel pada 18 Maret, lebih dari 1.000 warga Palestina tewas, dan lebih dari 2.300 lainnya mengalami luka-luka, menurut laporan terbaru dari otoritas kesehatan Gaza pada Senin (31/3). Dalam 48 jam terakhir, sekitar 80 jenazah dan 305 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit di Gaza. Namun, kondisi di lapangan semakin parah, dengan banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan akibat serangan udara dan artileri. Tim ambulans dan petugas pertahanan sipil kesulitan mencapai lokasi-lokasi ini karena medan yang sangat berbahaya dan terus-menerus dibombardir. Serangan Israel pada Senin menghancurkan Desa Al-Masdar di Gaza tengah dan wilayah timur Jabalia di Gaza utara, yang menewaskan sedikitnya lima orang. Selain itu, beberapa area di Khan Younis, Gaza selatan, juga dibombardir, menyebabkan jatuhnya korban jiwa lainnya.
Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar mengenai serangan-serangan tersebut. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas sejak dimulainya operasi militer Israel pada 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 50.357 orang, dengan lebih dari 114.400 orang lainnya terluka. Keadaan ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat sulit, dengan banyak warga yang terus hidup dalam ketakutan dan keterbatasan. Sumber-sumber kemanusiaan mengungkapkan bahwa akses terhadap bantuan dan perawatan medis semakin terbatas, memperburuk penderitaan di wilayah tersebut.