Sejumlah negara di Asia dan dunia menyatakan solidaritas mereka terhadap Myanmar dan Thailand yang baru saja dilanda gempa bumi hebat. Bencana ini menyebabkan sedikitnya 151 orang meninggal dunia dan 117 lainnya dilaporkan hilang atau terjebak.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak gempa yang mengguncang Myanmar bagian tengah dan Thailand utara. Ia menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan menegaskan dukungan Malaysia kepada negara-negara tetangga di ASEAN. Selain itu, ia juga menawarkan bantuan kemanusiaan serta kesiapan negaranya untuk berkontribusi dalam proses pemulihan.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, turut menyatakan simpati mendalam atas tragedi ini. Ia memastikan bahwa Indonesia siap membantu Myanmar dan Thailand dalam upaya tanggap darurat serta pemulihan pasca-bencana. Hal serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang menegaskan kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Modi bahkan telah menginstruksikan otoritas terkait agar tetap berkomunikasi dengan pemerintah kedua negara terdampak.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, bersama dengan Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, juga menyampaikan belasungkawa dan berkomitmen untuk berkoordinasi dengan mitra regional guna merespons situasi ini. Dukungan turut datang dari Pakistan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri mereka, yang mengungkapkan kesedihan mendalam atas tragedi tersebut serta harapan bagi pemulihan para korban.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan bahwa sistem PBB sedang bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada wilayah terdampak. Sementara itu, berdasarkan laporan Survei Geologi AS (USGS), gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di Sagaing, Myanmar, disusul oleh gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo dalam selang waktu 12 menit kemudian. Akibatnya, ratusan orang terluka di Myanmar, sementara di Thailand, sedikitnya enam orang meninggal dan sebuah gedung pencakar langit di Bangkok runtuh.
Dengan banyaknya korban dan besarnya kerusakan infrastruktur, bantuan dari berbagai negara diharapkan dapat mempercepat pemulihan di kedua negara tersebut.