Program Misil Iran Kian Gahar, Kiriman dari China Tiba

Sebuah kapal yang membawa 1.000 ton bahan kimia asal China, yang diyakini sebagai komponen utama dalam pembuatan bahan bakar rudal, telah tiba di perairan dekat Pelabuhan Bandar Abbas, Iran, pada Kamis (13/2/2025). Kedatangan kapal ini memunculkan spekulasi bahwa Iran mungkin akan segera memulai kembali produksi rudalnya setelah mengalami kemunduran akibat serangan Israel terhadap fasilitas militer utama mereka tahun lalu.

Kapal pertama, Golbon, meninggalkan Pelabuhan Taicang, China, sekitar tiga minggu lalu dengan membawa natrium perklorat, bahan baku utama dalam pembuatan propelan padat yang digunakan untuk rudal jarak menengah Iran. Jika produksi rudal kembali berjalan normal, ini bisa menjadi titik balik bagi Iran dalam konflik geopolitik di Timur Tengah.

Dampak Pengiriman Natrium Perklorat bagi Iran

Menurut sumber intelijen, jumlah natrium perklorat yang dikirim cukup untuk memproduksi sekitar 260 motor roket untuk misil Kheibar Shekan atau 200 misil balistik Haj Qasem. Ini menunjukkan bahwa Iran mungkin telah lebih cepat pulih dari perkiraan awal, di mana para pakar semula menduga butuh setidaknya satu tahun sebelum mereka bisa kembali memproduksi propelan rudal.

Iran sendiri saat ini sedang mengalami tekanan besar akibat serangkaian kekalahan strategis di Timur Tengah, seperti melemahnya posisi Hizbullah di Lebanon dan jatuhnya Bashar al-Assad di Suriah. Jika produksi rudal kembali berjalan, Iran bisa memperkuat posisi militernya di kawasan.

Kapal Kedua Masih di China, Apakah China Terlibat?

Selain Golbon, kapal lain bernama Jairan juga dijadwalkan membawa 1.000 ton natrium perklorat ke Iran. Namun, hingga saat ini, Jairan masih berada di China dan belum mengangkut muatannya. Kedua kapal tersebut diketahui dioperasikan oleh Islamic Republic of Iran Shipping Lines (IRISL).

Sementara itu, tidak ada indikasi bahwa pemerintah China mengetahui pengiriman ini sebelum media melaporkannya pada akhir Januari. Natrium perklorat sendiri bukan barang yang dilarang dalam sanksi Barat terhadap Iran, sehingga pengirimannya tidak dianggap ilegal.

Menanggapi laporan ini, Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui rincian spesifik kasus tersebut. Dalam pernyataan resminya, China menegaskan bahwa mereka menolak sanksi sepihak yang dianggap ilegal serta tuduhan yang tidak memiliki bukti kuat.

“China secara konsisten menerapkan kontrol ekspor terhadap barang-barang yang memiliki kegunaan ganda sesuai dengan hukum internasional serta regulasi domestik,” ujar pernyataan tersebut.

Selain itu, China juga menegaskan bahwa natrium perklorat tidak termasuk dalam daftar barang yang diawasi, sehingga ekspor bahan kimia tersebut dianggap sebagai bagian dari perdagangan biasa.

Kesimpulan: Akankah Iran Kembali Mengancam Stabilitas Kawasan?

Kedatangan bahan baku propelan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran mungkin sudah siap untuk kembali memproduksi rudal balistiknya. Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, pengiriman ini bisa menjadi faktor penting yang mengubah dinamika politik dan keamanan di kawasan.

Kini, perhatian dunia tertuju pada langkah Iran selanjutnya—apakah mereka akan kembali meningkatkan produksi rudal, atau justru menghadapi tekanan baru dari komunitas internasional?

Nyaris Ditelan Hidup-hidup! Pendayung Kayak Dimuntahkan Paus Bungkuk

Kejadian mengerikan menimpa seorang pendayung kayak muda di Selat Magellan, Patagonia, Cile, pada Sabtu (8/2/2025). Seorang pria bernama Adrian Simancas (24 tahun) mengalami pengalaman nyaris tak masuk akal ketika seekor paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) tiba-tiba muncul dari dalam air dan menelannya selama beberapa detik sebelum memuntahkannya kembali.

Peristiwa ini terjadi saat Adrian tengah menikmati aktivitas berkayak bersama sang ayah, Dell Simancas. Momen dramatis tersebut berhasil direkam oleh ayahnya dan memperlihatkan bagaimana paus raksasa itu muncul dari permukaan laut dan tanpa sengaja melahap Adrian, sebelum kemudian melepaskannya kembali.

Momen Mencekam: Ditelan dan Dimuntahkan dalam Hitungan Detik

Terdengar suara kepanikan Dell yang berteriak kepada putranya untuk “pegang perahu!” begitu ia kembali muncul ke permukaan. Adrian yang selamat langsung berenang menuju perahu karet ayahnya dan berpegangan sambil mereka menjauh dari lokasi kejadian.

“Saya benar-benar merasa seperti telah ditelan,” kata Adrian dalam rekaman video tersebut. Ia mengungkapkan bagaimana rasanya berada dalam mulut paus selama beberapa detik.

“Saya melihat warna-warna gelap, merasakan sesuatu berlendir di wajah saya, lalu tiba-tiba semuanya gelap dan saya tenggelam. Saya pikir saya akan mati,” ujarnya menggambarkan pengalaman tersebut.

Namun, beruntungnya, jaket pelampung yang dikenakannya membantu Adrian kembali ke permukaan hanya dalam hitungan detik. “Saya merasakan tarikan ke atas, lalu tiba-tiba saya kembali muncul ke air dan mulai menyadari apa yang baru saja terjadi,” tambahnya.

Sang ayah, Dell, awalnya tidak menyadari kejadian itu karena sedang merekam ombak di sekitar mereka. “Saya melihat ada gelombang besar yang tampak menarik, lalu tiba-tiba terdengar suara keras di belakang saya. Saat menoleh, Adrian sudah tidak ada di kayaknya, yang langsung membuat saya panik,” katanya.

Beberapa detik kemudian, Adrian akhirnya muncul ke permukaan, diikuti oleh kayaknya yang terdorong ke atas oleh paus tersebut.

Akankah Mereka Masih Berani Berkayak Lagi?

Saat ditanya apakah kejadian ini membuat mereka kapok berkayak, Adrian dan ayahnya justru memberikan jawaban yang mengejutkan. Mereka serempak berkata, “Tentu saja!”, menunjukkan bahwa insiden menegangkan ini tak membuat mereka trauma untuk kembali menikmati petualangan di laut lepas.

Selat Magellan: Wisata Eksotis dengan Risiko Tak Terduga

Selat Magellan memang terkenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam serta flora dan fauna laut yang kaya. Aktivitas berkayak bersama paus bungkuk dan lumba-lumba menjadi daya tarik utama yang banyak ditawarkan oleh agen wisata setempat.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), paus bungkuk dikenal sebagai mamalia laut yang aktif di permukaan. Mereka kerap melakukan atraksi melompat keluar dari air dan menampar permukaan laut dengan sirip atau ekor mereka.

Paus ini biasanya memakan krill dan ikan-ikan kecil, sehingga insiden seperti yang dialami Adrian kemungkinan besar terjadi secara tidak sengaja. Meski begitu, peristiwa ini menjadi peringatan bahwa berinteraksi dengan satwa liar di alam bebas tetap memiliki risiko yang tak terduga.

Bagaimana menurut Anda? Beranikah mencoba berkayak di perairan yang dihuni paus bungkuk setelah mendengar kisah ini?

Tanggal 12 Februari 2025 Memperingati Hari Apa? Ini Penjelasannya

Setiap tahun pada tanggal 12 Februari, terdapat peringatan Hari Internasional Pencegahan Ekstremisme Kekerasan yang Mendukung Terorisme atau International Day for the Prevention of Violent Extremism as and when Conducive to Terrorism.
Hari ini dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang terkait dengan ekstremisme kekerasan. Berikut asal-usul Hari Pencegahan Ekstremisme Kekerasan Pendukung Terorisme.

Latar Belakang Hari Pencegahan Ekstremisme Kekerasan Pendukung Terorisme
Dikutip dari situs PBB, Majelis Umum melalui resolusi 77/243 mendeklarasikan tanggal 12 Februari sebagai Hari Internasional untuk Pencegahan Ekstremisme Kekerasan yang Mendukung Terorisme. Resolusi tersebut menegaskan kembali bahwa terorisme dan ekstremisme kekerasan, sebagaimana dan apabila mengarah pada terorisme, tidak dapat dan tidak boleh dikaitkan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau kelompok etnis apa pun.

Majelis Umum PBB menekankan tanggung jawab utama negara anggota dan lembaga nasional masing-masing dalam melawan terorisme, dan menggarisbawahi peran penting organisasi antarpemerintah, masyarakat sipil, akademisi, pemimpin agama, dan media dalam melawan terorisme serta mencegah ekstremisme kekerasan yang kondusif terhadap terorisme.

Pada tanggal 15 Januari 2016, Sekretaris Jenderal PBB menyampaikan Rencana Aksi untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan kepada Majelis Umum. Pada tanggal 12 Februari 2016, Majelis Umum PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menyambut inisiatif Sekretaris Jenderal PBB dan mencatat Rencana Aksi untuk Mencegah Ekstremisme Kekerasan.

Rencana aksi menyerukan pendekatan yang tidak hanya mencakup langkah-langkah antiterorisme berbasis keamanan penting, tetapi juga langkah-langkah pencegahan sistematis untuk mengatasi kondisi mendasar yang mendorong individu untuk meradikalisasi dan bergabung dengan kelompok ekstremis kekerasan.

Dampak Ekstremisme Kekerasan
Ekstremisme kekerasan merupakan penghinaan terhadap tujuan dan prinsip PBB. Ekstremisme merusak perdamaian dan keamanan, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan.

Ekstremisme kekerasan merupakan fenomena yang beragam, tanpa definisi yang jelas. Ekstremisme kekerasan bukanlah hal baru atau eksklusif bagi wilayah, kebangsaan, atau sistem kepercayaan mana pun.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok teroris seperti Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL), Al-Qaeda, dan Boko Haram telah membentuk citra tentang ekstremisme kekerasan dan perdebatan tentang cara mengatasi ancaman ini. Pesan intoleransi kelompok-kelompok ini telah menimbulkan konsekuensi yang drastis bagi banyak wilayah di dunia.

Dengan menguasai wilayah dan menggunakan media sosial untuk mengomunikasikan kejahatan mereka yang kejam secara langsung, mereka berupaya menantang nilai-nilai bersama tentang perdamaian, keadilan, dan martabat manusia.

Penyebaran ekstremisme kekerasan semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang melampaui batas wilayah mana pun. Jutaan orang telah meninggalkan wilayah yang dikuasai oleh kelompok teroris dan ekstremis kekerasan.

Arus migrasi meningkat, baik dari dan ke zona konflik, melibatkan mereka yang mencari perlindungan dan mereka yang dibujuk ke dalam konflik sebagai pejuang teroris asing, yang semakin mengganggu stabilitas wilayah terkait.

Tidak ada yang dapat membenarkan ekstremisme kekerasan, tetapi kita juga harus mengakui bahwa hal itu tidak muncul begitu saja. Narasi tentang keluhan, ketidakadilan yang nyata atau yang dirasakan, pemberdayaan yang dijanjikan, dan perubahan besar menjadi menarik ketika hak asasi manusia dilanggar, tata pemerintahan yang baik diabaikan, dan aspirasi dihancurkan.

China Targetkan 2028, Robot AI Siap Mendarat di Bulan

Star Vision, sebuah perusahaan teknologi kedirgantaraan yang berbasis di Hangzhou, Zhejiang, China, sedang mempersiapkan kontribusi besar untuk misi eksplorasi bulan China yang dinamakan Chang’e-8. Misi ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada tahun 2028, dengan tujuan untuk mengembangkan robot eksplorasi canggih yang akan dioperasikan di permukaan bulan. Perusahaan ini didirikan tiga tahun lalu dan kini berkolaborasi dengan beberapa institusi akademik terkemuka dalam proyek ambisius tersebut.

Sebagai bagian dari kemitraan internasional, Star Vision bekerja sama dengan Universitas Zhejiang di Hangzhou dan Middle East Technical University (METU) yang berbasis di Ankara, Turki. Kolaborasi ini mendapat persetujuan resmi dari Administrasi Luar Angkasa Nasional Tiongkok, yang memberikan lampu hijau untuk pengembangan misi tersebut. Menurut laporan yang diterbitkan oleh China Daily pada 28 Januari 2025, masing-masing pihak membawa keahlian khusus mereka ke dalam proyek ini. Star Vision berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk aplikasi luar angkasa, METU menyumbangkan keahlian di bidang teknik kedirgantaraan, sementara Universitas Zhejiang berkontribusi dengan teknologi pencitraan optik dan satelit kecil.

Salah satu fitur paling menarik dari misi ini adalah penggunaan AI yang memungkinkan robot eksplorasi beroperasi secara mandiri di permukaan bulan, yang memiliki tantangan besar karena kondisi lingkungan yang ekstrem. Dr. Sun Shujian, seorang ahli dari Sekolah Aeronautika dan Astronautika Universitas Zhejiang, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah jarak jauh antara Bumi dan bulan, yang rata-rata mencapai 380.000 kilometer. Hal ini dapat menyebabkan penundaan dalam komunikasi, terutama di dekat kutub selatan bulan, yang dikenal sebagai area yang sulit dijangkau.

Untuk mengatasi masalah ini, robot yang dikembangkan dirancang untuk bekerja secara kolaboratif. Mereka akan berbagi data dan tugas melalui jaringan komunikasi yang handal dengan wahana pendarat. Konsep ini memungkinkan robot-robot tersebut untuk menyelesaikan tugas-tugas yang lebih kompleks, yang akan sulit dilakukan oleh robot yang beroperasi secara terpisah. Dengan adanya sinergi antara berbagai unit robot, misi ini diharapkan mampu mencapai tujuan yang sebelumnya dianggap sangat menantang.

Saat ini, proyek ini sedang berada dalam tahap desain rinci, dan diperkirakan akan memasuki fase pengembangan sistem penuh dalam waktu dekat. Prototipe pertama dari robot eksplorasi ini diharapkan dapat diselesaikan pada Agustus 2027, sebuah tonggak penting sebelum peluncuran misi ke bulan pada tahun 2028. Dengan kemajuan pesat dalam bidang kecerdasan buatan dan teknologi eksplorasi luar angkasa, misi Chang’e-8 ini berpotensi membuka jalan baru dalam pemahaman kita tentang bulan dan mungkin akan menjadi salah satu proyek paling inovatif dalam sejarah eksplorasi luar angkasa.

Netanyahu Dianggap Anti-Perdamaian Setelah Usulkan Negara Palestina di Saudi

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini kembali membuat kontroversi dengan pernyataan yang menyarankan agar negara Palestina didirikan di Arab Saudi, bukannya di wilayah yang selama ini diakui sebagai tanah Palestina. Dalam wawancaranya dengan Channel 14 Israel, Netanyahu mengusulkan gagasan tersebut, yang langsung menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Palestina dan Arab Saudi. Mereka menganggap pernyataan Netanyahu ini sebagai bentuk penghinaan terhadap hak-hak Palestina dan pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi.

Kecaman Palestina dan Respons dari Arab Saudi Kementerian Luar Negeri Palestina menyatakan penolakannya secara tegas terhadap ide tersebut, menilai pernyataan Netanyahu sebagai langkah provokatif yang bertentangan dengan hukum internasional dan upaya untuk menghapus hak Palestina atas tanah mereka. “Ini adalah pelanggaran terhadap kedaulatan dan stabilitas Arab Saudi,” tegas kementerian tersebut.

Hussein Al-Sheikh, Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), juga mengutuk keras usulan tersebut. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa negara Palestina hanya bisa berdiri di tanah Palestina dan tidak di negara lain. “Negara Palestina hanya akan ada di atas tanah Palestina,” ujarnya di media sosial. Ia juga menegaskan dukungan Arab Saudi terhadap solusi dua negara sebagai jalan utama menuju perdamaian yang adil di Timur Tengah.

Pandangan Netanyahu Mengenai Negara Palestina Dalam wawancaranya, Netanyahu menjelaskan bahwa ia menolak pembentukan negara Palestina di wilayah Israel dengan alasan keamanan. Ia mengkritik Gaza yang dipimpin oleh Hamas sebagai contoh kegagalan negara Palestina. “Setelah 7 Oktober? Ada negara Palestina yang disebut Gaza. Gaza, yang dipimpin oleh Hamas, adalah negara Palestina, dan lihat apa yang kita dapatkan,” ujarnya.

Pernyataan ini semakin memperjelas ketidaksetujuan Netanyahu terhadap pengakuan negara Palestina di tanah Israel, serta penolakannya terhadap tuntutan Palestina dalam mencapai perdamaian.

Arab Saudi Tegaskan Posisi mereka Arab Saudi tidak tinggal diam terhadap pernyataan Netanyahu. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa negara tersebut akan terus berjuang untuk mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. “Arab Saudi tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa itu,” jelas pernyataan pemerintah Saudi, yang menegaskan bahwa posisi mereka terhadap Palestina tidak akan berubah.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi masih sangat tergantung pada pengakuan terhadap hak Palestina untuk memiliki negara merdeka. Dengan begitu, peluang untuk hubungan diplomatik antara kedua negara tersebut semakin kecil selama tuntutan Palestina tidak dipenuhi.

Ketegangan Semakin Memanas, Dunia Diminta Bertindak Reaksi dari Palestina dan Arab Saudi semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah. Banyak negara dan organisasi internasional mendesak PBB dan komunitas global untuk menindak tegas guna memastikan hak-hak Palestina tetap dihormati. Meningkatnya eskalasi politik ini membuka pertanyaan besar mengenai masa depan solusi dua negara dan apakah itu masih bisa terwujud.

Situasi ini membuat dunia internasional semakin terlibat dalam konflik yang tampaknya semakin rumit, di mana perbedaan tajam antara Israel, Palestina, dan negara-negara besar di Timur Tengah terus memicu ketegangan.

Masa Depan Teknologi: 8 Prediksi yang Akan Mengubah Dunia

Di tengah pesatnya perkembangan dunia teknologi, kita kini berada di ambang revolusi yang akan mengubah berbagai aspek kehidupan. Inovasi yang terus berkembang menjanjikan perubahan besar, baik dalam cara kita bekerja, berkomunikasi, maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Berikut adalah delapan prediksi teknologi yang diperkirakan akan membentuk masa depan dalam beberapa tahun mendatang.

  1. Kecerdasan Buatan (AI) yang Lebih Cerdas dan Terintegrasi Teknologi kecerdasan buatan akan semakin berkembang dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Dari asisten virtual yang lebih pintar hingga sistem AI yang dapat mengelola dan mengoptimalkan operasi bisnis secara otomatis, AI akan menjadi pendorong utama efisiensi dan inovasi. Pada masa depan, kita bisa berharap AI menjadi bagian tak terpisahkan dalam hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari perawatan kesehatan hingga hiburan.
  2. Kendaraan Listrik dan Otonom Dengan peningkatan kesadaran akan perubahan iklim dan kebutuhan untuk mengurangi emisi karbon, kendaraan listrik (EV) akan semakin populer. Selain itu, kendaraan otonom, yang dapat beroperasi tanpa pengemudi, diprediksi akan menggantikan kendaraan tradisional. Kendaraan ini bukan hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan keamanan lebih tinggi, mengurangi potensi kecelakaan akibat kesalahan manusia.
  3. Revolusi 5G dan Internet of Things (IoT) Teknologi 5G yang sedang berkembang akan membawa kecepatan internet yang lebih cepat dan stabil, memungkinkan pengembangan lebih lanjut dari Internet of Things (IoT). Perangkat yang terhubung, mulai dari smartphone hingga peralatan rumah tangga, akan saling berkomunikasi lebih efektif, menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan terkoneksi. Hal ini akan mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi dengan dunia digital.
  4. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) Teknologi AR dan VR akan membuka berbagai kemungkinan baru, dari pendidikan hingga hiburan. Di masa depan, kita mungkin akan mengalami pertemuan virtual yang lebih realistis, menggunakan AR untuk memvisualisasikan informasi langsung di dunia nyata, atau memasuki dunia virtual yang sepenuhnya imersif. Teknologi ini akan mengubah cara kita belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan dunia digital.
  5. Teknologi Quantum Meskipun masih dalam tahap pengembangan, teknologi komputasi kuantum diprediksi akan menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi masa depan. Dengan kemampuan untuk memproses informasi jauh lebih cepat daripada komputer tradisional, teknologi kuantum dapat mengubah berbagai industri, mulai dari riset obat-obatan hingga keamanan siber. Teknologi ini akan membuka peluang besar untuk pencapaian ilmiah yang sebelumnya tidak mungkin tercapai.
  6. Bioteknologi dan Kesehatan Personal Teknologi bioteknologi akan terus berkembang, memungkinkan kita untuk mengubah cara kita mengobati penyakit dan memperpanjang umur. Penggunaan data genetik untuk perawatan medis yang lebih personal akan menjadi hal yang umum. Selain itu, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, seperti prostetik canggih atau terapi berbasis sel punca, akan semakin mengubah dunia kesehatan.
  7. Blockchain dan Keamanan Data Teknologi blockchain akan semakin meluas, tidak hanya untuk mata uang kripto, tetapi juga untuk aplikasi yang lebih luas seperti pengelolaan data pribadi dan transaksi digital yang lebih aman. Blockchain dapat memberikan tingkat transparansi dan keamanan yang lebih tinggi dalam berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga logistik.
  8. Energi Terbarukan dan Teknologi Lingkungan Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang perubahan iklim, teknologi energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin akan terus berkembang. Inovasi dalam penyimpanan energi dan distribusi yang lebih efisien akan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil. Masa depan yang lebih hijau dengan teknologi yang ramah lingkungan akan menjadi prioritas utama di seluruh dunia.

Dengan perkembangan pesat ini, teknologi akan terus membuka pintu bagi dunia yang lebih terhubung dan efisien. Sebagai individu dan masyarakat, kita perlu bersiap untuk beradaptasi dengan inovasi-inovasi tersebut, karena mereka akan sangat memengaruhi cara kita menjalani kehidupan di masa depan.

Upaya Penyelundupan Rokok Ilegal di Sampang Digagalkan Polisi

Sampang – Polisi dari Polres Sampang berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal yang dikirim menggunakan jasa pengiriman JNT Cargo. Dalam operasi yang dilakukan pada Kamis, 30 Januari 2025, petugas mengamankan 19 karton rokok tanpa pita cukai yang ditemukan di dalam sebuah mobil boks ekspedisi.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menjelaskan bahwa informasi mengenai pengiriman barang ilegal ini diterima oleh pihak kepolisian pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan terhadap sebuah mobil pikap boks yang melintas di Jalan Raya Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Sampang.

“Setelah melakukan pengecekan, kami menemukan bahwa muatan mobil tersebut terdiri dari 19 karton yang berisi rokok ilegal tanpa pita cukai, yang jelas melanggar hukum,” ujar Hartono dalam keterangannya pada Selasa (4/2/2025).

Penyamaran dengan Resi Elektronik

Saat melakukan pemeriksaan, petugas mendapati bahwa resi pengiriman yang tertera pada karton-karton tersebut mencantumkan barang elektronik, padahal isinya adalah rokok ilegal. Hal ini menunjukkan adanya penyamaran dalam pengiriman yang berusaha mengelabui pihak berwenang.

“Resi yang ada pada karton-karton itu mencantumkan barang elektronik. Namun setelah diperiksa, isinya justru rokok tanpa pita cukai,” tambah Hartono.

Sopir Diperiksa dan Dilepaskan

Sopir kendaraan yang membawa muatan tersebut, yang diketahui bernama MZ, telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Namun, setelah pemeriksaan selesai, MZ dipulangkan, sementara kendaraan dan barang bukti berupa rokok ilegal tersebut masih diamankan oleh polisi untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga akan menyelidiki siapa saja pihak yang terlibat dalam pengiriman rokok ilegal tersebut, termasuk pemilik dan pemesan paket yang terdaftar dalam alamat pengiriman. Polisi akan menggali informasi lebih dalam untuk menindak pelaku yang terlibat dalam jaringan distribusi rokok ilegal ini.

Ancaman Hukuman Berat untuk Pelaku

Perdagangan rokok ilegal tanpa pita cukai merupakan pelanggaran yang serius dan dapat dikenakan sanksi hukum yang berat. Menurut Pasal 115 Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 437 ayat 1 UURI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a dan d UURI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku dapat dijerat dengan ancaman pidana. Selain itu, Pasal 54 UURI Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, yang telah diubah dengan UURI Nomor 39 Tahun 2007, juga memberikan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun bagi pelaku yang terlibat dalam perdagangan rokok ilegal.

Penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa jaringan distribusi rokok ilegal ini dapat segera diputuskan dan pelaku yang terlibat mendapatkan hukuman yang setimpal.

Ajaib! Pasangan Ini Tak Tahu Pandemi Covid-19 Saat Berlayar di Laut

Pada tahun 2017, Elena Manighetti dan Ryan Osborne, pasangan asal Manchester, Inggris, mengambil keputusan besar dalam hidup mereka: berhenti bekerja, membeli sebuah kapal, dan memulai petualangan keliling dunia. Mereka terus berkomunikasi dengan keluarga, tetapi dengan satu syarat tegas: mereka tidak ingin mendengar berita buruk.

Perjalanan mereka dimulai dengan berlayar melintasi Samudra Atlantik, menuju Karibia dari Kepulauan Kanari. Namun, tanpa mereka sadari, saat itu virus corona mulai menyebar secara global. Pada pertengahan Maret, ketika pasangan ini berencana berlabuh di sebuah pulau kecil di Karibia, mereka baru menyadari betapa besar dampak pandemi yang tengah melanda dunia.

“Kami pertama kali mendengar tentang virus di China pada Februari. Namun informasi yang kami terima sangat terbatas, dan kami pikir saat kami tiba di Karibia, semuanya akan baik-baik saja,” kata Elena. Namun kenyataannya, situasi jauh lebih buruk dari yang mereka bayangkan. Mereka baru mengetahui bahwa hampir seluruh negara telah menutup perbatasan, termasuk wilayah yang mereka tuju di Karibia.

Selama berlayar, pasangan ini hampir tidak memiliki akses ke internet dan tidak terhubung dengan keluarga atau teman-teman. Mereka hanya diberi tahu oleh kontak darat mereka bahwa perbatasan di banyak negara sudah ditutup. “Kami meminta untuk tidak diberitahu tentang berita buruk,” ungkap Elena, yang keluarganya berada di Lombardy, Italia, salah satu daerah yang paling terdampak oleh pandemi.

Upaya pertama mereka untuk berlabuh di wilayah Prancis di Karibia harus gagal karena pelabuhan tersebut menutup akses masuk bagi kapal asing. Setelah itu, mereka berlayar menuju Granada, mencari sinyal telepon yang lebih baik. “Kami akhirnya bisa menghubungi seorang teman di San Vincente yang memberi tahu bahwa kami mungkin ditolak masuk karena kewarganegaraan kami. Meskipun sudah berbulan-bulan saya tidak berada di Italia,” ujar Elena.

Beruntungnya, pasangan ini dapat menunjukkan bukti perjalanan mereka menggunakan sinyal GPS, yang akhirnya membantu mereka mendapatkan izin untuk mendarat di San Vincente. Mereka bisa kembali menapakkan kaki di daratan setelah berbulan-bulan berada di laut tanpa mengetahui sepenuhnya keadaan dunia.

Di sisi lain, Elena sangat terkejut saat mendengar kabar mengenai dampak pandemi di kampung halamannya di Lombardy. “Ayah saya mengirimkan artikel tentang kondisi di Lombardy, dan saya sangat terkejut mengetahui betapa parahnya situasi di sana. Kota kami kehabisan peti mati, dan banyak yang meninggal dunia,” ujar Elena dengan suara bergetar.

Kini, pasangan ini berada di Bequia, San Vincente, Karibia. Meskipun mereka merasa lebih aman, Elena dan Ryan tidak tahu berapa lama mereka bisa tinggal di sana mengingat ketidakpastian pandemi yang masih berlangsung. “Kami tidak ingin meninggalkan San Vincente sekarang. Tidak ada tempat lain yang buka. Kami akan bertahan di sini, namun kami berharap bisa melanjutkan perjalanan sebelum musim badai datang pada bulan Juni,” tambah Ryan.

Sementara itu, pasangan ini menyadari sepenuhnya risiko yang mereka hadapi. Terkurung di antara badai alam dan pandemi global, perjalanan mereka kini lebih penuh dengan ketidakpastian dan tantangan, meskipun semangat petualangan mereka tetap terjaga.